Minggu, 18 Juni 2017

Ini Surat Terbuka Dari Salah Seorang Guru dari Rote Untuk Presiden Jokowi

Foto : Onesimus Puling, S.Pd bersama Istrinya

Rote Ndao, Minggu,18 Juni 2017 Perkenankanlah saya untuk mengucapkan selamat atas kepemimpinan Bapak Joko Widodo dan Bapak Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden di negeri tercinta ini.
Teriring salam dan do’a semoga ada peningkatan dan perubahan besar mutu pendidikan di Indonesiaku.
Perkenalkan, nama saya Onesimus O. Puling. Teman-teman biasa memanggil saya Ones. Saya tinggal di Namodale, sebuah kelurahan yang sangat sejuk dan aman yang terletak di pinggir pantai di Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao (Teras Negara), Provinsi NTT, yang jauh dari ramainya suasana kota besar. (kapan Bapak mau blusukan ke daerah saya?)
Bapak Presiden yang saya hormati, Setelah membaca, dan memaksa untuk memahami Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017, saya merasa sangat berat.
Oleh karena itu saya sampaikan masalah yang dihadapi bertahun-tahun, sebagai ekspresi kepedihan, keresahan dan kecintaan terhadap dunia pendidikan Indonesia. Membaca surat ini, semoga Bapak terpanggil.
Bapak Presiden yang terhormat,
Sesungguhnya Indonesia adalah negara kepulawan yang memiliki perbedaan antara satu daerah dengan daerah yang lain. Benarnya suatu program harus dicocokkan dengan perbedaan tersebut. Menteri ingin mengontrol pendidkan sehingga menjadi baik itu benar, namun jangan gunakan daerah Jawa atau pengalaman pribadi pak menteri sendiri jadi patokan lalu orang lain atau daerah lain diabaikan. Lalu timbul lagi kegaduhan dalam pendidikan hanya karena sebuah program instan.
Bapak Presiden yang terhormat,
Sesungguhnya program Strategis Menteri Pendidikan Full Day School yang katanya berubah namanya “P3K Program Penguatan Pendidikan Karakter”, salah satunya adalah menerapkan jam kerja guru selama delapan jam di sekolah (guru pulang sore) yang akan terapkan tahun pelajaran 2017/2018 dari kota sampai pedalaman, perlu dikaji lebih jauh sehingga ketika diterapkan ibarat akan menjadi santapan lesat yang tak membosankan lidah. Jangan memaksakan program yang instan tanpa kajian matang yang akan menyiksa dunia pendidikan. Kenangan pilu ketika adanya Kurikulum 2013, dimana sifatnya membuat sebuah perubahan memang suatu keharusan namun rasanya semua tidak pernah cukup, dan semuanya serba kurang, tidak ada pertumbuhan pendidikan yang terlalu tinggi, semuanya serba kurang, dan harus digenjot semaksimal mungkin. Apa yang menteri Bapak lakukan telah ciptakan tidak lain adalah Kegaduhan dalam dunia pendidikan. Itulah sebabnya setiap gelembung program pendidikan selalu berakhir dengan letusan yang kurang bagus di sekolah-sekolah, dan akan terus terjadi secara berulang-ulang, seperti yang saat ini kembali terjadi.
Bapak Presiden yag terhormat,
Jika Bapak ingin pendidikan Indonesia cepat berubah, maka langkah pertama yang harus bapak lakukan adalah segera pisahkan pendidikan dari birokrasi pemerintahan daerah, setelah itu baru diikuti dengan program-progran spektakuler.
Semoga kedepannya, dengan pemerintahan yang sudah dua tahun ini, tidak ada lagi yang namanya kegaduhan dalam pendidikan hanya karena program setengah jadi , dan semoga orang-orang miskin yang ada di seluruh penjuru negeri ini dapat mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu. Semoga Indonesia yang kita cintai ini akan semakin maju dalam segala bidang, khususnya bidang pendidikan.
Bapak Presiden yang terhormat,
Sekian dari saya, bila ada kata-kata yang tidak berkenan saya mohon maaf.
Syalom..!
Nama              :Onesimus O. Puling
E-mail             : onipuling@yahoo.com
(*/Sumber fb onisimus Puling)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tanah Pembangunan Kampus UNASDEM Dipastikan Tidak Bermasalah

MABESUPDATE 11 Agustus 2017 memberitakan terkait desas desus diluar yang mengatakan bahwa tanah yang menjadi lokasi pembangunan kampus UN...