Universitas Aryasatya Deo Muri dipastikan tidak memiliki dosen yang memiliki gelar palsu. Gelar palsu itu merusah nama baik pendidikan di Indonesia. Bagaimana mungkin sebuah perguruan tinggi bisa maju dan jika didalamnya ada pengguna gelar palsu hal ini disampaikan mantan dosen Universitas PGRI NTT Imanuel Besituba. Besituba menegaskan bahwa jika Universitas Aryasatya Deo Muri ingin menjadi universitad yang maju dan berkembang lebih cepat maka harus memastikan seluruh dosen-dosennya tidak menggunakan gelar palsu. Gelar palsu itu telah menjadi pembicaraan dimana-mana, bagaimana mungkin kita sebagai tenaga pendidik yang siap menciptakan gelar akademik sesuai standar-standar akademik lalu kita sendiri yang menggunakan gelar palsu. Sungguh memalukan jika hal itu terjadi.
Salah seorang mahasiswa Universitad Aryasatya Deo Muri yang tidak mau disebutkan namanya ketika ditanya mengapa lebih memilih Universitas Aryasatya Deo Muri Ia menjawab karena Universitas Aryasatya Deo Muri tak ada satu pun dosennya menggunakan gelar palsu. Kami bangga bahwa banyak dosen-dosen di Universitas Aryasatya Deo Muri yang taat akan norma-norma akademik, tidak menghalalkan segala cara dan akhirnya melanggar aturan akademik. Kami mahasiswa Aryasatya Deo Muri berharap jangan ada satu pun dosen yang menggunakan gelar palsu, jangan bikin malu-malu kami yang sebagai mahasiswa mengapa? Kita kemana-mana kalau masyarakat tanya kita mau jawab apa seandainya dosen kami diketahui pengguna gelar palsu malu la tutupnya.
Sebelumnya Universitas Aryasatya Deo Muri telah melakukan langkah-langkah strategis untuk menghindari maraknya penggunaan gelar palsu di Indonesia khususnya di NTT.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar