Foto : Ilustrasi sampah
Masih bicara soal sampah sahabat MabesUpdate. Kali ini pantauan MabesUpdate di jalur penghijauan penfui, jalur ini tidak terlihat hijau seperti namanya, melainkan berwarna-warni sampah pelastik menghiasi sepanjang bahu jalan. Jalan yang begitu baik tertata dengan pepohonan yang rindang berubah menjadi lokasi pembuangan sampah. Hal ini tentunya akan berdampak pada rusaknya lingkungan setempat.
Masyarakat yang melintasi jalan itu selalu tersengat bau tak sedap, segala bentuk bau busuk menjadi santapan jika melintasi jalur itu. Entah siapa yang rajin membuang sampah, sampai hari ini belum ada bukti cukup untuk mengetahui jelas pelaku pembuangan sampah. Pada hal terpantau beberapa waktu lalu ada petugas dari SAR NTT dan Lanut Angkatan Udara selalu membersihkan sampah-sampah tersebut. Tetapi terus saja ada sampah yang menghiasi bahu jalan itu.
Beberapa waktu lalu ada sekelompoj remaja yang mengatasnamakan PERSISTEN persatuan Siswa Kristen dari beberapa sekolah di kota kupang bahu membahu membersihka tumpukan sampah. Ketika diwawancarai, koordinatornya menjelaskan pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Jika lingkungan dibiarkan kotor maka sebenarnya kita masih terbilang belum memiliki kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup.
Harapan PERSISTEN jika mungkin pemerintah Kab. Kupang dapat menindak tegas pelaku pembuangan sampah di jalur penghijauan. Dan bagi masyarakat yang senangnya membuang sampah di sembarang tempat agar sadarlah. Jangan lagi membuang sampah disembarang tempat. Dengan adanya sampah-sampah di bahu jalan membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap. Ini tanggungjawab kita bersama. Mari kita menjaga lingkungan kita tutupnya.
Sampai dengan hari ini, masih terlihat sampah-sampah yang berserahkan di jalur penghijauan. Entah sumber sampahnya dari mana, tetapi faktanya sampah masih saja terlihat. Semoga pemerintah dan kkta masyarakat bisa secepatnya sadar untuk membersihkan sampah dimaksud.
*IB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar