Untuk Kemanusiaan
*Oleh: Imanuel Besituba
Teman-teman sebangsa dan setanah air, apakah hari ini kita sebagai bangsa Indonesia yang terbentuk dari keberagaman ini, telah mampu menjalakan pesan-pesan kemanusiaan? Ataukah kita membiarkan rasa kemanusiaan kita terengut dengan egoisme dan akhirnya menjadi porak-poranda negeri tercinta kita ini?
Saat kita memberanikan diri untuk melawan penjajahan di sejagat Nusantara ini, karena semangat nasionalisme yang tinggi. Kita berjuang menyatukan perbedaan ini dalam bingkai bhineka tunggal ikakarena kita sayang terhadap diri kita sebagai bangsa indonesia. Para pejuang kita berjuang pertaruhkan nyawa hanya karena dilandasi atas dasar kemanusiaan, bukan atas dasar perbedaan agama, suku, ras, budaya. Jika perjuangan leluhur kita hanya karena atas dasar perbedaan maka hari ini mungkin saja kita tidak pernah mengetahui apa arti "UUD, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, praktisnya adalah kita tidak tau dari sabang sampai merauke adalah kita Indonesia.
Apakah kita sebagai bangsa yang besar ini, mampu untuk menjalankan nilai-nilai kemanusiaan tanpa melihat latar belakang sesama bangsa kita. Apakah Tuhan yang anda dan saya yakni sebagai Tuhan yang Esa itu mengajarkan untuk kita saling bermusuhan dan saling menghakimi, tentu tidak kan?. Apapun ajarannya, apapun keyakinannya, tentu yang paling mendasar dalam ajaran yang diimaninya adalah memiliki rasa kemanusiaan dan rasa Ketuhanan Yang Maha Esa itu sendiri.
Saya berikan contoh, apakah pertempuran ISIS di Suria, banyak manusia tak berdosa yang harus terengut nyawanya hanya karena keinginan Tuhan? Tentu tidak. Tuhan tidak pernah mengajarkan kepada manusia untuk saling memusuhi, membenci apalagi saling membunuh. Ketika semakin kita membenci sesama manusia semakin kita jauh dari apa yang dikehendaki Tuhan bahkan kita bisa meninggalkan Tuhan.
Saya sebagai seorang dari latar belakang Nasrani, orang tua saya mengajarkan akan ajaran kristen bahwasanya Tuhan orang kristen adalah Tuhan yang maha pengasih terhadap manusia sehingga saya menerima ajaran itu. Jika diajarkan bahwa Tuhannya agama kristen itu jahat tentunya saya tidak menerima atau mengimaninya. Begitu juga dengan Islam, khatolik, hindu, dan budha. Lantas apakah Tuhan menyuruh kita sebagai umatnya untuk saling memusuhi, membenci, menghakimi, sedangkan Tuhan sendiri tidak tidak bermaksud jahat terhadap manusia.
Apakah teman-teman yakin bahwa kita sebagai bangsa Indonesia melawan jika Belanda ke Indonesia untuk menyampaikan pesan kemanusiaan? Tidak kan? Jelas-jelas bahwa kita berani melawan Belanda karena benar Belanda ke Indonesia dengan brutal menghabisi nyawa bangsa Indonesia karena hialngnya rasa kemanusiaan. Semangat perlawanan kita adalah semangat mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan bukan untuk sekedar membuktikan kita adalah bangsa dan untuk sekedar ditakuti bangsa lain. Lebih daripada itu adalah semangat mempertahankan nilai kemanusiaan.
Nilai kemanusiaan mengenai harkat dan martabat manusia. Manusia merupakan makhluk yang tertinggi di antara makhluk ciptaan Tuhan sehingga nilai-nilai kemanusiaan tersebut mencerminkan kedudukan manusia sebagai makhluk tertinggi di antara makluk-makhluk lainnya. Seseorang mempunyai nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi menghendaki masyarakat memiliki sikap dan perilaku sebagai layaknya
manusia. Sebaliknya dia tidak menyukai sikap dan perilaku yang sifatnya
merendahkan manusia lain.
Jika kemudian hari ini sesama kita anak-anak bangsa saling menyakiti, saling membunuh, saling menyerang, lalu pertanyaannya apakah kita tidak sama dengan Belanda? Kita mengusir belanda karena tindakan tidak manusiawinya namun disisi lain hari ini kita seolah mengembalikan rasa ketidak manusiawi itu mengerogoti negeri ini.
Kita harus banyak belajar lagi tentang keberagaman, bukan keberagaman menutupi rasa kemanusiaan kita tetapi sebaliknya jika rasa kemanusiaan kita mendominasi keberagaamaan ini pastinya ada rasa saling memiliki saling menghargai satu sama lainya. Tuhan pun tersenyum melihat bangsa ini meletakan kemanusiaan lebih dari segalanya.
Salam Persatuan Indoensia
Jumat, 16 Juni 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tanah Pembangunan Kampus UNASDEM Dipastikan Tidak Bermasalah
MABESUPDATE 11 Agustus 2017 memberitakan terkait desas desus diluar yang mengatakan bahwa tanah yang menjadi lokasi pembangunan kampus UN...
-
MabesUpdate 28/06/2017. PDPT Universitas Aryasatya Deo Muri resmi diterima oleh YPLP PT Radja Sulaiman. Standarnya sebuah lembaga pendi...
-
FOTO : Kunjungan Menristek Dikti Ke Kupang bertemu Rektor Universitas Aryasatya Deo Muri Disaat pebutupan ijin operasional Universita...
-
MabesUPDATE Hari ini 10 Agustus 2017 berbincang-bincang dengan salah satu tokoh pendidikan NTT sulaiman Radja. Beliau menceritakan peng...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar